PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idB (setara Single B) untuk PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) beserta empat surat utangnya, yaitu Obligasi Waskita Beton Precast I Tahun 2022, Obligasi Waskita Beton Precast II Tahun 2022, Obligasi Wajib Konversi Waskita Beton Precast I Tahun 2023, dan Obligasi Wajib Konversi Waskita Beton Precast II Tahun 2023. Namun prospek atau outlook peringkat perusahaan direvisi menjadi Negatif dari sebelumnya Stabil. Hasil pemeringkatan ditetapkan 7 September 2026, diterima perseroan sehari setelahnya, dan diumumkan ke publik pada 9 September 2026. Masa berlaku peringkat ini adalah 9 September 2026 sampai 1 September 2027.

PEFINDO menyebut revisi prospek ini mencerminkan tantangan yang terus berlanjut di sektor konstruksi, yang membuat permintaan atas produk WSBP rendah dan menghambat upaya perusahaan melepas asetnya. Kondisi itu disebut telah melemahkan posisi likuiditas WSBP secara signifikan, terutama dalam memenuhi kewajiban keuangan yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Sesuai laporan sebelumnya, prospek peringkat WSBP tercatat stabil sejak Maret 2023 hingga September 2025, sehingga revisi kali ini menjadi perubahan arah pertama sepanjang periode itu.

Data keuangan yang disertakan PEFINDO menunjukkan total aset WSBP turun dari Rp4.441,1 miliar pada akhir 2023 menjadi Rp2.900,1 miliar per Juni 2026, sementara total utang justru naik dari Rp2.484,2 miliar menjadi Rp2.780,3 miliar pada periode yang sama. Ekuitas perusahaan sudah negatif sejak 2023 dan terus membesar minusnya, dari minus Rp696,5 miliar di akhir 2023 menjadi minus Rp2.259,0 miliar per Juni 2026. EBITDA yang sempat positif Rp62,4 miliar pada 2023 berbalik minus Rp48,7 miliar sepanjang 2025 dan minus Rp56,3 miliar pada semester pertama 2026. Perusahaan juga masih mencatat rugi bersih, yakni Rp285,6 miliar pada semester I 2026, setelah rugi Rp537,4 miliar sepanjang 2025 dan Rp997,3 miliar pada 2024.

PEFINDO menyatakan dapat menurunkan peringkat lebih lanjut jika ada kemungkinan besar WSBP tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan sesuai perjanjian homologasi. Sebaliknya, prospek bisa dikembalikan menjadi Stabil tanpa mengubah peringkat jika WSBP menunjukkan kapasitas memadai untuk membayar sesuai jadwal dalam perjanjian tersebut dan mencatat kemajuan berkelanjutan dalam transformasi bisnisnya. Per 30 Juni 2026, susunan pemegang saham WSBP adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk 28,12 persen, PT Intiniaga Sukses Abadi 6,88 persen, saham treasuri 3,24 persen, dan publik 61,76 persen.