PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia atas surat permintaan penjelasan bernomor S-11214/BEI.PP2/09-2026 yang diterima 3 September 2026, terkait kinerja keuangan semester I 2026. Perusahaan periklanan dan komunikasi ini mengonfirmasi pendapatan usahanya turun 57,27% dari Rp24,23 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp10,35 miliar pada semester I 2026. Penurunan terjadi di tiga lini sekaligus: jasa periklanan turun 40,99%, produksi digital turun 65,21%, dan jasa kehumasan anjlok 76,91%. Manajemen, melalui Sekretaris Perusahaan Hadi Pranggono, menyebut penyebabnya adalah volume pekerjaan yang lebih rendah serta sejumlah proyek yang baru berjalan bertahap sehingga pendapatannya belum bisa diakui penuh, khusus jasa kehumasan penurunan juga dipengaruhi restrukturisasi lini usaha tersebut.
Di sisi biaya, beban langsung memang ikut turun 78,04% dari Rp12,79 miliar menjadi Rp2,80 miliar sejalan dengan turunnya pendapatan, tapi beban usaha justru naik dari Rp12,16 miliar menjadi Rp14,69 miliar. Kenaikan itu terutama berasal dari beban gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan yang naik dari Rp9,21 miliar menjadi Rp10,27 miliar, serta beban imbalan kerja yang melonjak dari Rp0,21 miliar menjadi Rp1,82 miliar akibat penguatan struktur manajemen dan restrukturisasi organisasi. Kombinasi pendapatan yang anjlok dengan beban yang naik membuat rugi komprehensif Perseroan melonjak dari Rp736,67 juta menjadi Rp7,38 miliar, naik 902% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset turun 30,84% dari Rp38,64 miliar menjadi Rp26,73 miliar, terutama karena kas dan piutang usaha menyusut, termasuk pengalihan fasilitas dari Bank Shinhan Indonesia ke Bank Mandiri dan pencairan deposito Rp2 miliar di Bank Hibank Indonesia untuk modal kerja. Total ekuitas turun 31,58% menjadi Rp15,99 miliar seiring defisit yang membengkak dari Rp43,92 miliar menjadi Rp51,30 miliar. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik dari positif Rp1,82 miliar menjadi negatif Rp4,46 miliar. Perusahaan mencatat masih memiliki kas dan setara kas Rp16,44 miliar serta aset lancar Rp23,42 miliar berbanding liabilitas jangka pendek Rp9,99 miliar, dan menyebut telah memperoleh persetujuan (waiver) dari kreditur terkait rencana penawaran umum terbatas (PMHMETD I) tanpa ada pelanggaran covenant fasilitas pendanaan yang dimiliki.
