PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia terkait lonjakan transaksi sahamnya. Dalam surat tertanggal 2 Oktober 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Hady Kuswanto, perseroan mengonfirmasi data BEI bahwa harga penutupan saham UVCR naik kumulatif Rp62 atau 36,05 persen, dari Rp172 pada 23 September 2026 menjadi Rp234. Rata-rata volume transaksi turut melonjak menjadi 212.051.100 saham dengan frekuensi 11.824 kali, dibandingkan 129.696.500 saham dengan frekuensi 3.684 kali pada 23 September 2026. Perseroan menegaskan pergerakan itu murni mekanisme pasar dan tidak mengetahui adanya informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.

Satu-satunya rencana korporasi yang diungkapkan perseroan adalah penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 200.000.000 saham baru, atau maksimal 9,99 persen dari modal disetor, yang sudah diumumkan sejak 18 September 2026. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada Selasa, 27 Oktober 2026, bersamaan dengan agenda perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar soal maksud dan tujuan usaha untuk menyesuaikan klasifikasi KBLI 2025. Jika disetujui dan mendapat izin pencatatan tambahan dari Bursa, pelaksanaan PMTHMETD ditargetkan rampung dalam 3 sampai 6 bulan sejak RUPSLB.

Berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Agustus 2026 yang diterbitkan Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, satu-satunya pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen adalah TSM selaku pemegang saham utama dan pengendali, dengan 623.557.467 saham atau 31,18 persen. Sekretaris Perusahaan Ayu Kusuma Trisyani menyatakan telah mengonfirmasi rencana TSM pada 23 September 2026, dan melalui surat komitmen tertanggal sama, TSM menegaskan akan mengambil bagian atas seluruh saham baru PMTHMETD. Jika pelaksanaannya penuh, kepemilikan TSM akan naik dari 31,18 persen menjadi sekitar 37,43 persen.