Hashim Djojohadikusumo menyebut Rp10.000 triliun transaksi ekonomi RI tak tercatat, sementara penerimaan negara cuma 12 persen dari PDB, di bawah Kamboja, India, dan Afrika.
29 Oktober 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo menyebut ada sekitar Rp10.000 triliun aktivitas ekonomi di Indonesia yang selama ini tidak tercatat dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menyampaikan hal itu dalam Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Klaim ini penting karena, jika benar, ukuran ekonomi Indonesia yang selama ini diakui dunia internasional bisa jauh lebih besar dari angka resmi.
Menurut Hashim, PDB Indonesia yang tercatat dan diakui IMF, Bank Dunia, serta Bank Indonesia saat ini sebesar Rp25.000 triliun. Ia mengutip perkiraan Bank Dunia bahwa 35 sampai 40 persen kegiatan ekonomi di Indonesia tidak tercatat, sehingga ada sekitar Rp10.000 triliun transaksi yang lolos dari pencatatan negara. Transaksi itu menurutnya berasal dari kegiatan tunai tanpa kuitansi seperti tukang pangkas rambut, tukang pijat, warung tegal, hingga salon kecantikan, yang karena itu tidak dipungut pajak pertambahan nilai 11 persen.
Hashim juga menyoroti rendahnya penerimaan negara, yang saat ini hanya 12 persen dari PDB tercatat. Angka itu disebutnya lebih rendah dibanding Kamboja yang mencapai 18 persen, India 20 persen, dan negara-negara Afrika 16 persen. Ia menghitung bahwa selisih 6 persen dari PDB Rp25.000 triliun setara dengan sekitar Rp1.500 triliun potensi penerimaan negara yang hilang setiap tahun, jauh lebih besar dari defisit APBN yang berkisar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun.
Hashim menyimpulkan bahwa jika seluruh transaksi ekonomi dipungut pajak sesuai undang-undang, posisi ekonomi Indonesia di dunia bisa naik dari peringkat ke-16 menjadi sekitar peringkat ke-11 atau ke-12. Ia mengaitkan lemahnya penerimaan negara ini dengan keterbatasan pembiayaan APBD yang kerap dikeluhkan pemerintah daerah.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.