PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) resmi mengungkapkan rincian rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement, setelah rencana ini disetujui pemegang saham dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2026. Perseroan akan menerbitkan 640 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham, setara 7,37 persen dari total 8,68 miliar saham yang sudah beredar. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp500 per saham, atau 90,50 persen dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari perdagangan terakhir sebelum permohonan pencatatan ke Bursa Efek Indonesia.

Seluruh saham baru ini akan dibeli oleh PT Multi Sarana Nasional (MSN), yang sudah menjadi pemegang saham HATM sebelumnya. Kepemilikan MSN akan naik dari 20,11 persen menjadi 25,59 persen setelah transaksi ini rampung. MSN sendiri adalah perusahaan holding yang seluruh direksinya, yaitu Andrew Kam, Rita, dan Ian Morris Budiman, merangkap sebagai direksi HATM, sementara dua komisarisnya, Cosmas Kiardi dan Hasanul Arifin Hasibuan, juga menjabat komisaris di HATM. Pemegang saham pengendali HATM, PT Habco Primatama, tetap menjadi pengendali meski porsinya turun dari 66,34 persen menjadi 61,79 persen, sedangkan porsi publik berkurang dari 13,29 persen menjadi 12,38 persen.

Dari sisi dana, aksi ini diperkirakan menambah Rp320 miliar ke kas perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang belum diaudit, aset lancar diproyeksikan naik dari Rp503 miliar menjadi Rp823 miliar, total aset dari Rp1,89 triliun menjadi Rp2,21 triliun, dan total ekuitas dari Rp1,61 triliun menjadi Rp1,93 triliun, sementara total liabilitas tidak berubah di angka Rp278,4 miliar. Dana hasil penambahan modal ini rencananya dipakai untuk belanja modal berupa penambahan armada kapal, atau untuk membayar pinjaman bank. Perseroan menyebut pemegang saham yang tidak ikut serta dalam aksi ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan sampai maksimal 6,87 persen.

Berdasarkan jadwal yang diumumkan, permohonan pencatatan ke BEI diajukan paling lambat 28 Agustus 2026, penyetoran modal dan distribusi saham baru dilakukan pada 4 September 2026, dan saham baru itu akan dicatatkan di bursa pada 7 September 2026. Perseroan wajib melaporkan hasil pelaksanaan paling lambat 6 September 2026, dengan keseluruhan proses PMTHMETD harus rampung paling lambat akhir Desember 2026 sesuai aturan OJK yang membatasi pelaksanaan aksi ini maksimal dua tahun sejak RUPSLB.