PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) berencana menambah modal tanpa memberi hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 868.000.000 lembar, setara maksimal 10 persen dari total saham yang sudah beredar sebanyak 8.680.000.000 lembar. Seluruh saham baru itu rencananya akan diambil oleh PT Multi Sarana Nasional (MSN), yang seluruh direksinya, yaitu Andrew Kam, Rita, dan Ian Morris Budiman, juga menjabat direksi HATM, sementara dua komisaris MSN, Cosmas Kiardi dan Hasanul Arifin Hasibuan, merangkap sebagai komisaris HATM. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Agustus 2026, dan jika disetujui, penerbitan saham ditargetkan rampung paling lambat akhir Desember 2026.

Dana yang masuk dari transaksi ini diperkirakan Rp320 miliar, dan menurut Perseroan akan dipakai untuk belanja modal berupa penambahan armada kapal atau untuk melunasi pinjaman bank. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, dana tersebut akan menaikkan aset lancar HATM dari Rp503,00 miliar menjadi Rp823,00 miliar, total aset dari Rp1,888 triliun menjadi Rp2,208 triliun, dan total ekuitas dari Rp1,609 triliun menjadi Rp1,929 triliun. Harga pelaksanaan saham baru ditetapkan paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum Perseroan mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan ke Bursa Efek Indonesia.

Transaksi ini akan mengubah komposisi kepemilikan saham HATM. Porsi PT Habco Primatama selaku pemegang saham pengendali turun dari 66,34 persen menjadi 60,31 persen, sementara jumlah sahamnya tetap 5.758.706.000 lembar. Sebaliknya, porsi MSN naik dari 20,11 persen menjadi 27,37 persen setelah jumlah sahamnya bertambah 868.000.000 lembar, persis sebesar saham baru yang diterbitkan, dari 1.745.409.861 menjadi 2.613.409.861 lembar. Porsi pemegang saham publik turun dari 13,29 persen menjadi 12,08 persen, sedangkan tiga pemegang saham individu, Benny, Cosmas Kiardi, dan Hasanul Arifin Hasibuan, masing-masing turun tipis dari sekitar 0,10 persen, 0,10 persen, dan 0,06 persen menjadi 0,09 persen, 0,09 persen, dan 0,06 persen. Perseroan menegaskan tidak ada perubahan pengendali karena PT Habco Primatama tetap menjadi pemegang saham pengendali, dan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta bisa mencapai sebanyak-banyaknya 9,09 persen.