PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 14 September 2026, menjelang paparan publik yang akan digelar Kamis, 17 September 2026 pukul 14.00 WIB secara virtual melalui Microsoft Teams. Dalam materi itu, distributor resmi alat berat Hitachi Construction Machinery ini melaporkan pendapatan bersih tahun buku 2025, periode April 2025 hingga Maret 2026, sebesar US$515,4 juta, turun 1,4 persen dibanding tahun buku 2024 yang senilai US$522,7 juta. Laba kotor ikut tergerus 18,2 persen menjadi US$90,2 juta, sementara laba bersih anjlok 48,5 persen dari US$31,1 juta menjadi US$16,0 juta. Realisasi laba bersih itu hanya mencapai 71 persen dari target internal perusahaan sendiri sebesar US$22,5 juta untuk tahun buku yang sama.
Pelemahan berlanjut di kuartal pertama tahun buku 2026 yang berakhir Juni 2026. Pendapatan tercatat US$113,8 juta, turun dari US$123,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih turun 29 persen menjadi US$4,9 juta dari US$6,9 juta. Dibandingkan target penuh tahun buku 2026 yang dipatok manajemen, yakni pendapatan US$589,4 juta dan laba bersih US$18,4 juta, capaian satu kuartal itu baru setara 19 persen dari target pendapatan dan 27 persen dari target laba bersih. Di sisi neraca, total aset per akhir Juni 2026 tercatat US$409,8 juta, naik tipis 0,67 persen dari US$407,0 juta di akhir tahun buku 2025, total liabilitas turun 0,91 persen menjadi US$239,8 juta, dan ekuitas naik 2,98 persen menjadi US$169,9 juta.
Di luar tekanan laba, penjualan unit alat berat Hexindo justru tumbuh 22 persen sepanjang tahun buku 2025 menjadi 3.164 unit, dengan pangsa pasar naik dari 16,3 persen menjadi 16,7 persen. Penjualan ke sektor perkebunan melonjak 38 persen menjadi 1.409 unit dan sektor industri serta penyewaan lain naik 167 persen menjadi 384 unit, sementara penjualan ke sektor konstruksi turun 3 persen, kehutanan turun 3 persen, dan pertambangan turun 8 persen. Perusahaan juga memperkenalkan lini alat berat baru bermerek WIXIM, yang pertama kali diluncurkan secara global di Jakarta pada 27 Juli 2026, dengan dua unit bulldozer dan dua unit wheel loader sudah terkirim serta pesanan tambahan yang sudah diamankan. Produk baru lain, truk agro Foton 4x2 yang menyasar sektor perkebunan sawit, mulai dijual Agustus 2026 dan telah menerima lebih dari 100 unit pesanan.
Perusahaan turut menyampaikan pesan bahwa merek Hitachi Construction Machinery akan berganti nama dari HITACHI menjadi LANDCROS mulai 1 April 2027. Hexindo menegaskan akan tetap menjadi distributor resmi tunggal seperti saat ini, nama perusahaan Hexindo tidak berubah, dan basis teknologi produk yang dikembangkan di Jepang juga tidak berubah. Komposisi pemegang saham dalam materi ini menunjukkan HCM Japan menguasai 48,59 persen dari total 840 juta saham beredar, Itochu Corporation Jepang 25,05 persen, dan HMAP Singapura 5,07 persen, dengan sisanya dimiliki publik.
