HRTA ajukan private placement 10% saham baru, RUPS 16 Oktober
Hartadinata Abadi berencana menerbitkan hingga 460,5 juta saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu untuk beli bahan baku emas, menunggu persetujuan RUPS Independen 16 Oktober 2026.
14 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyampaikan perubahan dan tambahan informasi atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui penempatan terbatas atau private placement. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 460.526.240 saham biasa baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, atau setara maksimal 10 persen dari total modal disetor saat ini. Rencana ini sebelumnya sudah diumumkan pada 9 September 2026, dan kini diperbarui menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dihadiri pemegang saham independen, yang dijadwalkan Jumat, 16 Oktober 2026.
Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru ini akan dipakai sebagai modal kerja, khususnya untuk membeli bahan baku emas berbentuk butiran atau batang dari pihak-pihak yang bukan afiliasi perusahaan. Pemasok bahan baku itu harus tercatat dalam MinerbaOne, basis data yang dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mengawasi perdagangan hasil tambang mineral dan batubara. Bahan baku tersebut selanjutnya akan diolah menjadi produk perhiasan dan emas batangan yang dijual Perseroan.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa rencana ini telah mendapat persetujuan dari tiga bank kreditur karena berkaitan dengan perjanjian fasilitas yang sedang berjalan: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pada 23 September 2026 terkait fasilitas pinjaman berjangka, PT Bank Permata Tbk menyetujui pada tanggal yang sama terkait potensi perubahan pemegang saham, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyetujui pada 5 Oktober 2026 terkait perubahan anggaran dasar. Hartadinata Abadi menyebutkan belum pernah melakukan PMTHMETD sebelumnya dan sampai laporan ini terbit, belum ada keberatan dari pihak manapun atas rencana tersebut.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal HRTA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.