HRTA: Terang Anugrah Abadi Tambah 200.000 Saham via Repo
Pemegang saham utama HRTA menambah 200.000 saham lewat mekanisme repurchase agreement pada 20 Oktober 2026, hak suaranya tetap 71,16 persen.
23 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT. Terang Anugrah Abadi, pemegang saham utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan hak suara 71,16 persen, melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan bahwa pada 20 Oktober 2026 pihaknya membeli tambahan 200.000 saham HRTA secara tidak langsung. Transaksi ini dilakukan melalui mekanisme repurchase agreement dengan harga Rp1.550 per saham, dan tujuan transaksi yang dicatat dalam laporan adalah investasi.
Dengan transaksi ini, jumlah saham HRTA yang dikuasai Terang Anugrah Abadi naik dari 3.277.048.000 lembar menjadi 3.277.248.000 lembar, bertambah 200.000 lembar. Kenaikan ini hanya setara 0,0061 persen dari kepemilikan sebelumnya, sehingga hak suara Terang Anugrah Abadi di HRTA tidak berubah dan tetap di angka 71,16 persen.
Transaksi ini menyusul pembelian serupa oleh Terang Anugrah Abadi tiga hari sebelumnya, yaitu penambahan 5 juta saham HRTA yang juga dinilai netral oleh redaksi pada 20 Oktober 2026 karena ukurannya yang kecil terhadap total kepemilikannya.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal HRTA? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.