HSBC Holdings Plc melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa mereka kini memegang 218.090.317 saham Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), setara 5,79 persen hak suara di perusahaan pengeboran minyak dan gas tersebut. Sebelum transaksi ini, HSBC Holdings Plc tidak memiliki saham APEX sama sekali, sehingga seluruh kepemilikan itu adalah tambahan baru. Laporan bernomor LK/20102026/0027/1 ini disampaikan ke OJK pada 20 Oktober 2026.

Berdasarkan dokumen, jenis transaksinya adalah perjanjian jual-beli kembali (repurchase agreement) yang terjadi pada 19 Oktober 2026 dengan harga Rp325 per saham. Kepemilikan tersebut tercatat tidak langsung, dipegang melalui dua entitas Grup HSBC yaitu HSBC Bank plc (HCIB) dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HBAP). Dokumen menyebut tujuan transaksi ini adalah refinancing utang atau pembiayaan ulang utang perusahaan.

Transaksi ini berkaitan dengan penerbitan 218 juta saham baru APEX yang sebelumnya sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menyebabkan dilusi sekitar 6,15 persen bagi pemegang saham lama. Laporan HSBC ini melengkapi informasi tersebut dengan mengonfirmasi siapa pihak yang menerima saham baru itu, yakni Grup HSBC, serta harga dan tujuan penerbitannya.