PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) resmi menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun, bagian dari program penawaran umum berkelanjutan bertarget total Rp6 triliun. Pada tahap pertama, IIFF sudah menerbitkan obligasi senilai Rp432,585 miliar. Obligasi tahap II ini terbagi tiga seri: Seri A senilai Rp1,18 triliun dengan bunga tetap 7,20 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari kalender, Seri B senilai Rp157,105 miliar dengan bunga 7,40 persen dan tenor 3 tahun, serta Seri C senilai Rp361,93 miliar dengan bunga 7,60 persen dan tenor 5 tahun.

Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat AAA(idn), peringkat tertinggi, untuk obligasi ini. Obligasi tidak memiliki jaminan khusus, melainkan dijamin oleh seluruh harta kekayaan perusahaan secara umum, dengan posisi pari passu alias setara tanpa hak keutamaan dibanding kreditur lain. Obligasi direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2026, setelah masa penawaran awal berlangsung 6-15 Oktober 2026, penawaran umum pada 4-5 November 2026, dan penjatahan pada 6 November 2026. Dana dari pemesan yang tidak terserap akan dikembalikan pada 10 November 2026, tanggal yang sama dengan distribusi obligasi secara elektronik.

Bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 10 Februari 2027. Seri A jatuh tempo dan dilunasi sekaligus pada 20 November 2027, Seri B pada 10 November 2029, dan Seri C pada 10 November 2031. Dalam perjanjian dengan wali amanat PT Bank CIMB Niaga Tbk, IIFF wajib menjaga current ratio alias rasio aset lancar terhadap utang lancar tidak kurang dari 100 persen, serta gearing ratio alias rasio total utang terhadap modal maksimum 10 kali. Penjaminan emisi obligasi ini dilakukan oleh delapan perusahaan sekuritas: PT BNI Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Mega Capital Sekuritas.