PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) menyampaikan perbaikan dan/atau penambahan informasi atas Informasi Tambahan Ringkas terkait Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2026. Surat ini ditandatangani Eri Wibowo, Direktur Keuangan dan Direktur Investasi Sementara, dan disampaikan oleh Milla Klarissa, Corporate Secretary and General Counsel. Obligasi tahap II ini bernilai pokok Rp1,7 triliun, bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan III dengan target total Rp6 triliun, setelah pada tahap pertama perseroan sudah menerbitkan Rp432,585 miliar.

Obligasi tahap II terbagi tiga seri. Seri A senilai Rp1,180965 triliun berbunga tetap 7,20 persen per tahun dengan jangka waktu 370 hari kalender. Seri B senilai Rp157,105 miliar berbunga 7,40 persen untuk tenor tiga tahun. Seri C senilai Rp361,93 miliar berbunga 7,60 persen untuk tenor lima tahun. Bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 10 Februari 2027 dan pelunasan pokok masing-masing seri pada 20 November 2027 (Seri A), 10 November 2029 (Seri B), dan 10 November 2031 (Seri C). PT Fitch Ratings Indonesia memberi peringkat AAA(idn) untuk obligasi ini, dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai wali amanat dan delapan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, termasuk BNI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas yang berstatus terafiliasi dengan perseroan.

Jadwal penawaran mencatat masa penawaran umum berlangsung 4-5 November 2026, penjatahan pada 6 November, distribusi obligasi secara elektronik atau tanggal emisi pada 10 November, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2026. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, melainkan dengan seluruh harta kekayaan perseroan, dengan hak pemegang obligasi bersifat pari passu tanpa hak preferen terhadap kreditur lain. Perseroan juga terikat menjaga current ratio minimal 100 persen dan gearing ratio maksimal 10 kali selama obligasi belum lunas, serta tidak menyisihkan dana pelunasan khusus (sinking fund) agar dana hasil penawaran bisa dipakai optimal sesuai rencana penggunaannya.