Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen dibanding bulan sebelumnya, membawa laju inflasi tahunan ke 3,19 persen. Bank Indonesia menyatakan angka ini masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan, yaitu 2,5 persen plus minus 1 poin persentase, atau rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Bagi masyarakat, ini berarti kenaikan harga barang dan jasa secara umum masih tergolong terkendali, meski beberapa kelompok harga mulai bergerak lebih cepat dari bulan-bulan sebelumnya.

Kelompok harga inti, yaitu harga barang dan jasa yang relatif stabil dan tidak terlalu dipengaruhi cuaca atau kebijakan pemerintah, naik 0,21 persen dibanding bulan sebelumnya, sedikit lebih tinggi dari 0,14 persen pada Juli. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,92 persen, naik dari 2,76 persen bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh harga emas perhiasan, yang mengikuti tren kenaikan harga emas di pasar global.

Angka BPSInflasi bulanan
0,21%Agustus 2026

Perubahan harga barang dan jasa dibanding bulan sebelumnya. Naik 0,35 poin dibanding Juli 2026. Posisinya di bawah rata-rata 12 bulan terakhir (0,24%).

Maret 2024: 0,52%April 2024: 0,25%Mei 2024: -0,03%Juni 2024: -0,08%Juli 2024: -0,18%Agustus 2024: -0,03%September 2024: -0,12%Oktober 2024: 0,08%November 2024: 0,30%Desember 2024: 0,44%Januari 2025: -0,76%Februari 2025: -0,48%Maret 2025: 1,65%April 2025: 1,17%Mei 2025: -0,37%Juni 2025: 0,19%Juli 2025: 0,30%Agustus 2025: -0,08%September 2025: 0,21%Oktober 2025: 0,28%November 2025: 0,17%Desember 2025: 0,64%Januari 2026: -0,15%Februari 2026: 0,68%Maret 2026: 0,41%April 2026: 0,13%Mei 2026: 0,28%Juni 2026: 0,44%Juli 2026: -0,14%Agustus 2026: 0,21%MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu2024202520261,650,00-0,76September 2025: 0,21%Oktober 2025: 0,28%November 2025: 0,17%Desember 2025: 0,64%Januari 2026: -0,15%Februari 2026: 0,68%Maret 2026: 0,41%April 2026: 0,13%Mei 2026: 0,28%Juni 2026: 0,44%Juli 2026: -0,14%Agustus 2026: 0,21%SepNovJanMarMeiJulAgu202520260,680,00-0,15

Sumber: Badan Pusat Statistik, Inflasi Bulanan (M-to-M). Diolah The Signal.

Kelompok pangan bergejolak, yaitu harga bahan pangan yang gampang naik turun karena panen, cuaca, atau pasokan, berbalik arah. Setelah harganya turun 1,68 persen pada Juli, kelompok ini justru naik 0,88 persen pada Agustus, dipicu terutama oleh harga daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Secara tahunan, inflasi pangan bergejolak melonjak dari 2,52 persen menjadi 4,06 persen, kenaikan tahunan terbesar di antara semua kelompok.

Sebaliknya, kelompok harga yang diatur pemerintah, seperti tarif transportasi dan harga bahan bakar minyak, justru mencatat penurunan harga 0,33 persen pada Agustus, setelah naik 0,25 persen pada Juli. Penurunan ini terutama disumbang oleh turunnya tarif angkutan udara dan harga bensin nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo, seiring turunnya harga avtur dan BBM di pasar. Secara tahunan, kelompok ini masih mencatat inflasi 3,32 persen, meski melambat dari 3,58 persen bulan sebelumnya. Bank Indonesia menyatakan optimistis inflasi akan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen sepanjang 2026 dan 2027.