Data inflasi Amerika Serikat untuk Juli 2026 menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Indeks Harga Konsumen atau CPI naik tipis 0,1 persen dibanding bulan sebelumnya, sesuai dengan perkiraan pasar. Perlambatan ini penting karena mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat, sesuatu yang selama ini menjadi kekhawatiran pelaku pasar.

Di luar komponen makanan dan energi yang harganya cenderung naik turun tajam, inflasi inti atau core CPI naik 0,2 persen pada Juli. Secara tahunan, CPI berada di level 3,4 persen dan core CPI di 2,5 persen, keduanya sesuai konsensus para ekonom yang disurvei Dow Jones. Meski melandai, angka ini masih di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen, sehingga bank sentral AS belum bisa sepenuhnya tenang.

Pasar merespons cepat begitu data ini dirilis. Kontrak berjangka saham AS bergerak menguat, sementara imbal hasil surat utang pemerintah AS melemah, tanda investor menilai risiko kenaikan suku bunga semakin kecil. Berdasarkan indikator FedWatch milik CME Group, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi 42 persen.

Salah satu penahan laju inflasi adalah harga energi, yang turun 1,5 persen pada Juli setelah anjlok 5,7 persen pada Juni. Namun secara tahunan, harga energi masih naik 14,7 persen akibat lonjakan pada bulan-bulan sebelumnya, dan pergerakannya tetap rentan terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.