PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit. Total aset perusahaan tercatat Rp162,81 miliar, turun dari Rp179,87 miliar pada akhir Desember 2025. Penjualan sembilan bulan naik 16 persen menjadi Rp52,52 miliar dari Rp45,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dan laba kotor naik menjadi Rp21,51 miliar dari Rp18,37 miliar. Namun laba bersih justru turun hampir separuh, dari Rp244,65 juta menjadi Rp104,42 juta, karena beban usaha melonjak dari Rp16,50 miliar menjadi Rp20,56 miliar sehingga menggerus laba usaha dari Rp1,87 miliar menjadi Rp952,24 juta.

Kas dan setara kas perusahaan susut tajam dari Rp30,66 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp2,6 miliar pada akhir September 2026. Arus kas dari aktivitas operasi berbalik dari positif Rp26,87 miliar pada sembilan bulan 2025 menjadi negatif Rp12,4 miliar pada periode yang sama tahun ini, sementara aktivitas pendanaan mencatat kas keluar bersih Rp15,67 miliar, terutama untuk membayar utang bank. Akibatnya total liabilitas turun drastis dari Rp23,11 miliar menjadi Rp5,95 miliar, dan utang bank jangka pendek yang sebelumnya Rp14,28 miliar kini menjadi nol.

Dalam surat terpisah bertanggal 2 November 2026 kepada Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama IOTF Alamsyah menjelaskan penurunan liabilitas jangka pendek lebih dari 20 persen itu terjadi karena perusahaan memindahkan kasnya ke rekening KRK, yaitu rekening pinjaman jangka pendek yang bunganya dihitung dari saldo bersih sehingga beban bunga perusahaan menjadi lebih kecil. Beban bunga memang turun dari Rp1,2 miliar menjadi Rp394,98 juta. Surat pernyataan tanggung jawab atas laporan keuangan ini ditandatangani pada 27 Oktober 2026 oleh Alamsyah selaku Direktur Utama dan Tommy Indra Anggara selaku Direktur, sementara ekuitas perusahaan relatif tetap di kisaran Rp156,86 miliar, naik tipis dari Rp156,76 miliar pada akhir 2025.