PT Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang PT Indosat Tbk (ISAT) di level AAA(idn) dengan outlook stabil, sesuai surat bernomor 165/DIR/RATLTR/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026. Peringkat yang sama juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV, Obligasi Berkelanjutan II Tahap I dan II, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap IV, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I dan II. Fitch menyebut peringkat AAA merupakan level tertinggi dalam skala nasionalnya, diberikan kepada emiten atau efek dengan ekspektasi risiko gagal bayar paling rendah dibanding emiten lain di Indonesia.

Rincian efek yang tercakup mencakup Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I 2017 Seri E senilai pokok Rp538 miliar yang jatuh tempo 31 Mei 2027, Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II 2017 Seri E senilai Rp511 miliar jatuh tempo 9 November 2027, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I 2017 Seri D senilai Rp63 miliar jatuh tempo 31 Mei 2027, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II 2017 Seri E senilai Rp193 miliar jatuh tempo 9 November 2027. Total pokok keempat instrumen ini mencapai sekitar Rp1,305 triliun. Periode berlaku peringkat ditetapkan sejak 28 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2027.

Laporan disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 8 September 2026 oleh Reski Damayanti, Direktur dan Chief Legal & Regulatory Officer sekaligus Corporate Secretary PT Indosat Tbk, mengacu pada Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. Surat hasil pemeringkatan dari Fitch sendiri ditandatangani oleh Olly Prayudi selaku Direktur PT Fitch Ratings Indonesia.