PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), operator jaringan rumah sakit dan klinik mata JEC Eye Hospitals and Clinics, menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan naik tipis menjadi Rp706,95 miliar dari Rp691,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba bersih justru turun menjadi Rp39,75 miliar dari Rp64,01 miliar, dan bagian yang menjadi hak pemilik entitas induk turun dari Rp63,66 miliar menjadi Rp36,77 miliar. Laba per saham ikut tergerus dari Rp21,79 menjadi Rp11,30 per saham.
Penurunan laba ini terjadi karena beban umum dan administrasi naik dari Rp300,17 miliar menjadi Rp331,15 miliar, sementara beban bunga melonjak dari Rp19,77 miliar menjadi Rp25,86 miliar. Akibatnya laba usaha turun dari Rp103,12 miliar menjadi Rp83,40 miliar, sebelum akhirnya tergerus lagi oleh beban pajak dan bunga tersebut.
Di sisi permodalan, jumlah saham beredar bertambah dari 2.927.900.000 menjadi 3.253.222.300 lembar setelah perusahaan merampungkan penawaran umum perdana (IPO) pada periode ini, yang membawa dana segar Rp392,78 miliar sebelum biaya emisi dan Rp376,18 miliar setelah dipotong biaya emisi Rp16,60 miliar. Suntikan modal itu membuat total ekuitas melonjak 40 persen menjadi Rp1.135,13 miliar per 30 September 2026 dari Rp810,995 miliar di akhir 2025. Sebagian dana dipakai melunasi utang: utang bank jangka pendek yang tadinya Rp6,75 miliar kini nihil, dan bagian utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam setahun turun tajam dari Rp260,65 miliar menjadi hanya Rp9,53 miliar, meski perusahaan juga menarik utang bank jangka panjang baru senilai Rp20,94 miliar. Total liabilitas perusahaan secara keseluruhan turun dari Rp640,33 miliar menjadi Rp384,98 miliar.
Perusahaan juga membagikan dividen kas sebesar Rp115 miliar untuk periode ini, naik dari Rp60 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan realisasi pembayaran tunai Rp109,11 miliar dan sisa utang dividen yang belum dibayarkan sebesar Rp35,59 miliar per akhir September 2026.
