PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menggelar public expose tahunan secara daring pada Selasa, 9 September 2026, pukul 11.00-12.00 WIB, yang dihadiri 215 peserta di luar manajemen dan karyawan perseroan, dari total 250 orang yang mendaftar. Presentasi disampaikan oleh Direktur Utama Rivan A. Purwantono bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, dan Direktur Operasi Fitri Wiyanti. Sesi konferensi pers yang menyertainya diikuti 26 peserta terdaftar.
Dalam paparannya, manajemen melaporkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi tumbuh 7,6 persen sepanjang semester I 2026, didorong oleh pertumbuhan volume lalu lintas 1,7 persen secara tahunan, pengoperasian ruas Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta penyesuaian tarif di sejumlah ruas, yaitu Ngawi-Kertosono 4,08 persen, Semarang-Batang 29,5 persen, Solo-Ngawi 24,98 persen, dan Sedyatmo 4,19 persen. EBITDA turut naik 8,1 persen secara tahunan dengan margin EBITDA membaik ke 67,8 persen. Perseroan juga menjaga dua rasio utang yang disyaratkan kreditur, yaitu perbandingan utang berbunga terhadap ekuitas di level 1,23 kali, jauh di bawah batas maksimum 5 kali, serta rasio kemampuan membayar bunga di 3,90 kali, di atas batas minimum 1,1 kali.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pendapatan jalan tol tumbuh 4-6 persen, EBITDA tumbuh 4-6 persen dengan margin dijaga di 65-67 persen, gearing ratio di bawah 1,5 kali, dan rasio kemampuan membayar bunga di atas 2,5 kali. Dari sisi proyek, Jasa Marga menargetkan ruas Yogyakarta-SS Banyurejo pada Jalan Tol Jogja-Bawen menjalani serah terima sementara (Provisional Hand Over) pada akhir September 2026, sementara ruas SS Ambarawa-JC Bawen ditargetkan beroperasi akhir tahun ini setelah melalui uji laik fungsi dan operasi. Secara keseluruhan, perseroan menyebut masih ada 5 km jalan tol yang akan beroperasi pada akhir 2026 dan 62 km lagi pada awal 2027, mencakup ruas Probolinggo-Banyuwangi, Jogja-Solo, dan Jogja-Bawen.
