PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) membukukan pendapatan bersih Rp31,34 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 31,9 persen dari Rp23,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu, menurut laporan keuangan interim yang belum diaudit per 30 September 2026. Laba bruto naik ke Rp15,33 miliar dari Rp10,46 miliar, dan laba usaha melonjak ke Rp3,91 miliar dari Rp899,02 juta. Laba periode berjalan tercatat Rp3,53 miliar, naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan Rp635,38 juta pada sembilan bulan 2025, sehingga laba per saham dasar naik dari Rp0,51 menjadi Rp2,83.
Total liabilitas perusahaan turun 64,19 persen menjadi Rp4,22 miliar dari Rp11,77 miliar pada akhir 2025, sementara total aset turun tipis 5,03 persen menjadi Rp75,92 miliar. Penurunan liabilitas terutama berasal dari pelunasan seluruh utang bank: pinjaman Bank Rakyat Indonesia senilai Rp3,75 miliar dilunasi pada 1 Juli 2026 melalui kompensasi deposito berjangka yang dijaminkan secara non-tunai, sementara pinjaman PT Bank Pan Indonesia Tbk senilai Rp3,67 miliar dilunasi penuh dengan pembayaran tunai Rp3,67 miliar sepanjang periode. Akibatnya, pada 30 September 2026 perusahaan sudah tidak memiliki saldo utang bank, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di sisi lain, utang kepada pihak berelasi naik 187,7 persen menjadi Rp513,27 juta, terutama pinjaman dari entitas induk PT Putrasakti Mandiri, setelah perusahaan menerima pinjaman Rp5,3 miliar dan membayar kembali Rp4,8 miliar dari pihak berelasi sepanjang periode.
Arus kas dari aktivitas operasi membaik menjadi Rp6,05 miliar dari Rp3,03 miliar tahun sebelumnya, sementara belanja modal untuk aset tetap turun menjadi Rp3,79 miliar dari Rp9,28 miliar. Namun arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat negatif Rp3,17 miliar karena dipakai membayar utang bank, berbeda dari periode sebelumnya yang masih mencatat penerimaan pinjaman baru, sehingga kas dan setara kas akhir periode turun menjadi Rp1,88 miliar dari Rp2,37 miliar pada awal tahun. Perusahaan juga melaporkan pergantian Corporate Secretary dari Aan Rohanah ke Amanda Ayu Ningsih, efektif 25 September 2026.
Susunan direksi dan komisaris hasil RUPSLB 22 Juni 2026, yakni Irma Tjandra sebagai Komisaris Utama dan Rudy Susanto sebagai Direktur Utama, berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan 2028. Sementara itu, pengangkatan Zheng Mengsha sebagai Komisaris serta Zhang Lei dan Shi Liru sebagai Direktur yang disetujui pada rapat yang sama belum efektif per akhir September 2026 karena masih menunggu pemenuhan syarat yang akan dikonfirmasi melalui keputusan direksi.
