PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), distributor produk fotografi yang berbasis di Jakarta, melaporkan kinerja keuangan interim untuk sembilan bulan pertama 2026 yang belum diaudit. Pendapatan perusahaan naik dari Rp203,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp241,14 miliar, sementara laba bersih melonjak 41 persen dari Rp7,56 miliar menjadi Rp10,65 miliar. Laba per saham ikut naik dari Rp29,99 menjadi Rp42,24 per lembar.

Di sisi neraca, total liabilitas KONI turun tajam dari Rp28,49 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp14,59 miliar per 30 September 2026, atau turun 51,24 persen. Penurunan ini terutama berasal dari utang usaha dan utang lainnya yang anjlok dari Rp12,74 miliar menjadi hanya Rp129,7 juta. Dalam surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 27 Oktober 2026, Direktur KONI Buntaram Gondomartono menyatakan penurunan itu terjadi karena perusahaan telah melunasi pembayaran atas pembelian persediaan barang kepada pemasok. Sementara itu, ekuitas perusahaan naik dari Rp175,92 miliar menjadi Rp186,57 miliar, dan kas serta setara kas bertambah dari Rp59,29 miliar menjadi Rp69,81 miliar.

Penjelasan tertulis ini wajib disampaikan karena perubahan total liabilitas melebihi 20 persen, sesuai Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Total aset KONI relatif stabil, turun sedikit dari Rp204,41 miliar menjadi Rp201,16 miliar, dengan aset tetap dan properti investasi masing-masing tercatat Rp20,94 miliar dan Rp9,94 miliar per akhir September 2026.