JAPFA Comfeed Indonesia (JPFA) menyampaikan materi public expose tahunan ke Bursa Efek Indonesia untuk acara yang akan digelar 22 Oktober 2026. Materi tersebut memuat kinerja keuangan semester pertama 2026: pendapatan neto naik dari Rp27,48 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp35,36 triliun pada semester I 2026, setara kenaikan 28,6 persen. Laba usaha melonjak dari Rp2,10 triliun menjadi Rp3,73 triliun, EBITDA naik dari Rp2,73 triliun menjadi Rp4,41 triliun, dan laba periode berjalan naik paling tajam, dari Rp1,36 triliun menjadi Rp2,68 triliun atau tumbuh 97 persen.

Di sisi lain, total aset Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp45,15 triliun, naik dari Rp36,37 triliun setahun sebelumnya, seiring utang berbunga yang juga membesar dari Rp12,04 triliun menjadi Rp16,27 triliun. Rasio utang bersih terhadap ekuitas naik dari 60,4 persen menjadi 64,1 persen. Belanja modal pada semester I 2026 mencapai Rp2,16 triliun, jauh lebih tinggi dari Rp932 miliar pada semester I 2025, sejalan dengan rencana perluasan kapasitas pakan dan peternakan. Pada tahun 2026 ini JAPFA juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I senilai Rp500 miliar.

Materi public expose ini juga mencatat bahwa Komisaris Utama Syamsir Siregar meninggal dunia pada 25 Agustus 2026. Dalam daftar isi materi, Perseroan mencantumkan agenda pembahasan rencana divestasi anak usahanya di bidang vaksin ternak, PT Vaksindo Satwa Nusantara, meski rincian nilai dan skema transaksinya tidak dimuat pada bagian dokumen yang tersedia. Perseroan menyebut tantangan ke depan meliputi volatilitas harga bahan baku pakan, risiko oversupply akibat rencana importasi Grand Parent Stock, serta biaya pinjaman yang masih tinggi.