PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), produsen bitumen dan aspal yang juga bergerak di konstruksi dan ketenagalistrikan, menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 28 Oktober 2026. Laporan yang ditandatangani Direktur Utama Mochamad Bhadaiwi dan Direktur Keuangan Hasnan Riswandi ini mencatat pendapatan perusahaan turun 40,3 persen, dari Rp172,34 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp102,99 miliar pada periode yang sama tahun ini. Laba kotor ikut tergerus dari Rp47,47 miliar menjadi Rp22,44 miliar, dan laba bersih yang menjadi hak pemegang saham anjlok sekitar 90,5 persen, dari Rp21,69 miliar menjadi hanya Rp2,05 miliar. Akibatnya, laba per saham turun dari Rp6,60 menjadi Rp0,62.

Dari sisi kas, posisi kas dan bank Xolare merosot tajam dari Rp16,35 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi Rp2,48 miliar pada akhir September 2026. Arus kas dari kegiatan operasi, yang menggambarkan uang tunai yang benar-benar dihasilkan dari bisnis inti perusahaan, berbalik menjadi negatif Rp2,66 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu masih positif Rp52,70 miliar. Perusahaan juga membukukan arus kas negatif Rp8,85 miliar dari kegiatan investasi dan negatif Rp2,36 miliar dari kegiatan pendanaan, dibandingkan tahun lalu yang masih mencatat arus kas pendanaan positif Rp14,22 miliar.

Dalam surat terpisah bertanggal 28 Oktober 2026, manajemen menjelaskan kepada OJK bahwa total liabilitas konsolidasian turun Rp34,75 miliar atau 29,64 persen, dari Rp117,22 miliar per akhir Desember 2025 menjadi Rp82,47 miliar per akhir September 2026. Penurunan ini terutama berasal dari realisasi liabilitas kontrak dengan PT Servo Lintas Raya senilai Rp30,69 miliar, yang diikuti penambahan liabilitas kontrak baru hanya Rp37,9 juta dengan PT Pendawa Lima, pembayaran utang bank BRI Rp9,09 miliar, serta pelunasan sebagian utang pembiayaan konsumen Rp6,73 miliar. Penurunan tersebut sebagian diimbangi oleh kenaikan utang lain-lain dengan PT Karunia Multi Finance sebesar Rp7,82 miliar dan beban yang masih harus dibayar senilai sekitar Rp4 miliar. Di sisi ekuitas, jumlah saham beredar Xolare bertambah dari 3.284.500.000 menjadi 3.287.375.000 saham melalui program kepemilikan saham karyawan (MESOP), yang menambah modal disetor perusahaan sebesar Rp347,88 juta.