Laju Impor RI Kalahkan Ekspor, Surplus Dagang Menipis
Ekspor RI Juli 2026 naik 6,05 persen jadi US$26,22 miliar, tapi impor melonjak 27,02 persen jadi US$26,09 miliar sehingga surplus Januari-Juli menyusut ke US$3,70 miliar.
1 September 2026Sumber: Siaran pers Badan Pusat Statistik
Ilustrasi AI
Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05 persen dibandingkan Juli tahun lalu. Namun kenaikan itu kalah cepat dibanding impor, yang melonjak 27,02 persen menjadi US$26,09 miliar pada bulan yang sama. Akibatnya, nilai ekspor dan impor Indonesia bulan Juli nyaris berimbang, padahal biasanya ekspor unggul cukup jauh dari impor. Ini penting karena laju impor yang jauh lebih kencang dari ekspor berpotensi menggerus surplus perdagangan yang selama ini menopang neraca ekonomi Indonesia.
Secara kumulatif Januari sampai Juli 2026, ekspor Indonesia tercatat US$167,03 miliar, naik 4,43 persen dibanding periode sama tahun lalu. Ekspor di luar minyak dan gas, yang biasa disebut nonmigas, tumbuh lebih tinggi yaitu 5,21 persen menjadi US$160,01 miliar. Di sisi impor, nilainya mencapai US$163,33 miliar sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, melonjak 19,94 persen, jauh di atas laju pertumbuhan ekspor. Impor nonmigas ikut naik 16,78 persen menjadi US$137,56 miliar.
Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Selisih antara ekspor dan impor sepanjang Januari-Juli 2026 menghasilkan surplus US$3,70 miliar. Namun angka ini jauh lebih kecil dari surplus sektor nonmigas yang sebenarnya mencapai US$22,45 miliar, karena tergerus defisit sektor minyak dan gas sebesar US$18,75 miliar. Dengan kata lain, Indonesia masih mengimpor jauh lebih banyak minyak dan gas ketimbang yang diekspor, dan defisit itulah yang memangkas sebagian besar surplus perdagangan di luar migas.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Badan Pusat Statistik. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.