Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap II Tahun 2023 Seri B dengan kode LPPI02BCN2 resmi tidak lagi tercatat dan tidak dapat diperdagangkan di bursa mulai 6 Oktober 2026. Obligasi dengan nilai pokok Rp1.483.070.000.000, atau sekitar Rp1,48 triliun, ini jatuh tempo pada tanggal yang sama, tepat tiga tahun setelah diterbitkan pada 6 Oktober 2023. Pengumuman bernomor Peng-JTO-00065/BEI.PP2/10-2026 ini ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Adi Pratomo Aryanto.

Seri B ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang menargetkan total dana Rp7 triliun. Pada Tahap II tahun 2023, LPPI menerbitkan tiga seri obligasi dengan total pokok Rp1,8 triliun: Seri A senilai Rp85,74 miliar berbunga 6,50 persen per tahun dengan tenor 370 hari, Seri B senilai Rp1,48 triliun berbunga 10,50 persen per tahun dengan tenor tiga tahun, dan Seri C senilai Rp231,19 miliar berbunga 11 persen per tahun dengan tenor lima tahun. Obligasi ini tidak dijamin dengan aset khusus milik perusahaan, memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo, dan menggunakan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai wali amanat yang mewakili kepentingan pemegang obligasi.

Dengan jatuh temponya Seri B, kewajiban utang LPPI dari seri ini berkurang Rp1,48 triliun beserta beban bunga tahunan sekitar Rp155,7 miliar yang menyertainya selama tiga tahun terakhir. Seri C senilai Rp231,19 miliar dari penerbitan yang sama masih akan beredar hingga jatuh tempo pada 6 Oktober 2028, sementara Seri A sudah tuntas lebih dulu pada 16 Oktober 2024.