PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya terbit 16 September 2026. Laporan yang diteken Direktur Kosim Sutiono ini mencakup empat instrumen yang sama-sama efektif pada 2 Desember 2025: Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II senilai Rp1.048,98 miliar, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II senilai Rp1.551,33 miliar, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III senilai Rp800,895 miliar, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III senilai Rp272,04 miliar. Setelah dipotong biaya penerbitan, total dana bersih yang diterima perusahaan dari keempat tranche ini sekitar Rp3,654 triliun.
Dari empat tranche tersebut, tiga sudah terserap 100 persen sesuai rencana di prospektus, yakni Obligasi Tahap II, Sukuk Tahap II, dan Sukuk Tahap III, sehingga sisa dananya nol. Hanya Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III yang realisasinya belum tuntas, dengan dana bersih Rp797,21 miliar namun baru Rp643,37 miliar yang terpakai, menyisakan Rp162,84 miliar. Sisa dana itu untuk sementara ditempatkan sebagai simpanan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan tingkat bunga 6,5 persen per tahun, dan menurut keterangan perusahaan akan dipakai bertahap sebagai modal kerja yang diperkirakan rampung pada Oktober 2026.
Secara keseluruhan, mayoritas dana dari keempat tranche dipakai untuk membayar utang. Rinciannya, 73 persen dana Obligasi Tahap II dan 71 persen dana Sukuk Tahap II serta Obligasi Tahap III dipakai melunasi pokok pinjaman, angsuran, dan bunga pinjaman bank jangka panjang, sementara untuk Sukuk Tahap III porsinya 79 persen. Sisanya, berkisar 21 sampai 29 persen di tiap tranche, dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan.
