PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) menawarkan tahap keempat dari program Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II, menurut keterbukaan informasi yang diteken Direktur Kosim Sutiono pada 10 September 2026. Obligasi tahap IV ini ditawarkan dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1 triliun, terbagi dalam dua seri: Seri A senilai Rp608,59 miliar dengan bunga tetap 10 persen per tahun selama tiga tahun, dan Seri B senilai Rp186,5 miliar dengan bunga tetap 10,5 persen per tahun selama lima tahun. Dari total itu, Rp795,09 miliar dijamin penuh (full commitment) oleh penjamin emisi, sementara sisanya Rp204,91 miliar hanya dijamin dengan upaya terbaik (best effort), artinya bagian ini bisa saja tidak terjual seluruhnya tanpa mewajibkan LPPI menerbitkannya.
Bersamaan dengan itu, LPPI juga menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2026 dengan dana sebanyak-banyaknya Rp676,63 miliar. Seri A senilai Rp481,985 miliar memberikan nisbah bagi hasil 14,62 persen dengan indikasi setara bunga 10 persen per tahun selama tiga tahun, sedangkan Seri B senilai Rp20,78 miliar memberikan nisbah 15,35 persen dengan indikasi setara 10,5 persen per tahun selama lima tahun. Sebesar Rp502,765 miliar dari sukuk ini dijamin penuh, sisanya Rp173,865 miliar dijamin dengan upaya terbaik. Pefindo memberi peringkat idA untuk obligasi dan idA(sy) untuk sukuk ini.
Masa penawaran umum berlangsung 23-25 September 2026, dengan penjatahan pada 28 September 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 1 Oktober 2026. Bunga dan bagi hasil pertama dijadwalkan dibayar 30 Desember 2026, lalu setiap tiga bulan hingga jatuh tempo pada 30 September 2029 untuk Seri A dan 30 September 2031 untuk Seri B, baik untuk obligasi maupun sukuk. Tahap IV ini melanjutkan tiga tahap sebelumnya sejak 2025 yang telah menghimpun sekitar Rp2,35 triliun dari obligasi dan Rp2,32 triliun dari sukuk, dari target keseluruhan program sebesar Rp5 triliun untuk obligasi dan Rp3 triliun untuk sukuk.
