PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 2 November 2026. Laporan ditandatangani Direktur Utama Soerbakti G.T. dan Direktur Dwi Rianta Soerbakti, dengan surat pernyataan direksi bertanggal 29 Oktober 2026.

Pendapatan perusahaan bus antar kota ini tercatat Rp36,36 miliar sepanjang sembilan bulan 2026, turun dari Rp47,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu, penurunan sekitar 23 persen. Meski demikian, rugi bersih justru menyempit menjadi Rp20,97 miliar dari Rp22,49 miliar tahun sebelumnya, karena beban pendapatan langsung turun lebih dalam dibanding pendapatan. Rugi per saham tercatat Rp59,93, dari sebelumnya Rp64,25 per saham.

Dari sisi kas, posisi kas dan bank perusahaan turun menjadi Rp384,89 juta pada akhir September 2026 dari Rp609,05 juta pada akhir 2025. Arus kas yang terpakai untuk kegiatan operasi melebar hampir dua kali lipat menjadi Rp12,48 miliar dari Rp6,50 miliar, dan kekurangan itu ditambal dengan penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp12,62 miliar. Total ekuitas perusahaan ikut tergerus menjadi Rp245,77 miliar dari Rp266,74 miliar pada akhir 2025, sejalan dengan akumulasi rugi yang terus bertambah.