PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) mencatat pendapatan neto Rp92,1 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026, naik 41 persen dibandingkan Rp65,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, menurut laporan keuangan interim tidak diaudit yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2026. Kenaikan pendapatan ini membuat laba usaha perusahaan berbalik menjadi Rp2,46 miliar, setelah sebelumnya rugi usaha Rp5,54 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Secara keseluruhan, laba bersih periode berjalan tercatat Rp1,73 miliar, berbalik dari rugi Rp3,54 miliar pada sembilan bulan pertama 2025, sehingga laba per saham dasar menjadi Rp2,40 dibandingkan rugi Rp4,95 per saham pada tahun sebelumnya.

Di sisi arus kas, perusahaan mencatat kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp3,77 miliar, berbalik dari penggunaan kas Rp6,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Posisi kas dan setara kas naik menjadi Rp26,49 miliar per 30 September 2026 dari Rp23,91 miliar pada akhir 2025. Utang usaha kepada pihak ketiga turun signifikan, dari Rp14,52 miliar menjadi Rp6,46 miliar, sementara total liabilitas perusahaan berkurang dari Rp31,46 miliar menjadi Rp23,48 miliar. Total ekuitas naik tipis dari Rp115,94 miliar menjadi Rp117,85 miliar, ditopang laba periode ini, meskipun total aset perusahaan turun dari Rp147,40 miliar menjadi Rp141,33 miliar, terutama karena penyusutan nilai aset tetap dari Rp64,38 miliar menjadi Rp58,95 miliar.

Laporan ini juga mencantumkan informasi tiga anak usaha Sentral Mitra Informatika, yaitu PT Sentral Mitra Logistik yang belum beroperasi, serta PT Sentral Solusi Teknologi dan PT Sentral Kreasi Inovasi yang masing-masing telah beroperasi sejak 2021 dan 2019, dengan kepemilikan saham perusahaan di ketiganya mencapai 99 persen. Pemilik manfaat utama perusahaan tercatat atas nama Caroline Himawati Hidajat.