Luhut: GovTech Tekan Bansos Salah Sasaran ke Bawah 10%
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim integrasi data GovTech menekan bansos salah sasaran dari 77,6 persen menjadi di bawah 10 persen.
5 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim sistem integrasi data pemerintah, yang disebut government technology atau GovTech, mulai membuahkan hasil dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menyebut porsi bansos yang salah sasaran turun drastis, dari 77,6 persen menjadi di bawah 10 persen. Klaim ini penting karena menyangkut anggaran negara untuk kelompok miskin yang selama ini sering dikeluhkan tidak sampai ke penerima yang seharusnya berhak.
Menurut Luhut, angka itu berasal dari uji coba program di Banyuwangi, yang menurutnya membongkar banyak masalah dalam pendataan penerima bansos sebelum akhirnya diperbaiki. Pemerintah, katanya, terus menyambungkan data dari berbagai kementerian dan lembaga, lalu mengolahnya dengan bantuan kecerdasan buatan untuk menyaring siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan. Ia menyebut progres pembangunan GovTech kini sudah mencapai sekitar 80 persen, dengan target peluncuran resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026.
Luhut menambahkan, seluruh data pemerintah ditargetkan sudah memakai satu nomor identitas yang sama untuk setiap warga pada akhir 2026, sehingga berbagai instansi tidak lagi punya data yang terpisah-pisah dan saling bertentangan. Ia mengklaim langkah ini berpotensi menghemat anggaran negara lebih dari Rp1.200 triliun dengan menutup celah kebocoran serta memaksa birokrasi menjadi lebih transparan dan efisien. Pernyataan ini disampaikan Luhut dalam acara Reuni Akbar Institut Teknologi Del di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Ia menilai transformasi digital di pemerintahan semacam ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
bansosGovTechLuhut Binsar Pandjaitandigitalisasi data
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.