Peringatan World Food Day 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menggandeng dua perguruan tinggi, Swiss German University (SGU) dan Hokkaido University, dalam riset bersama soal pemanfaatan sumber daya pangan lokal. Kolaborasi ini penting karena tidak berhenti di level pemerintah dan kampus, tapi juga menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai calon pelaku riset pangan ke depan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh SGU bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, dengan tujuan membangun ekosistem inovasi pangan yang menyambungkan pengetahuan akademik dengan potensi sumber daya daerah. Topik ini dibahas dalam sesi diskusi bertajuk Peran Pendidikan dalam Membangun Ekosistem Inovasi di Bidang Pangan dan Pertanian, yang menghadirkan sejumlah ilmuwan sebagai pembicara.

Selain diskusi, pelajar SMA di Kabupaten Tangerang dilibatkan langsung lewat workshop dan pameran, sebagai cara memperkenalkan peran ilmu pengetahuan, kreativitas, dan riset dalam menjawab tantangan sektor pangan dan pertanian. Pendekatan ini menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai penonton, tapi peserta aktif dalam membangun minat pada pengembangan pangan berbasis potensi daerah.

Rektor SGU, Samuel P. Kusumocahyo, menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi masyarakat. "Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghubungkan riset dan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra internasional, kami ingin mendorong pengembangan inovasi yang tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga mengeksplorasi potensi sumber daya lokal untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan," kata Samuel, Senin (26/10).