PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mengirim surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia pada 26 Oktober 2026, menyusul kenaikan total aset dan total liabilitas perusahaan yang melebihi 20 persen dibanding laporan keuangan tahunan auditan terakhir, sesuai aturan keterbukaan informasi BEI. Surat yang ditandatangani Corporate Secretary Ardhiantie Sadina itu menyebut total aset per 30 September 2026 mencapai Rp19,07 triliun, naik 35 persen atau Rp4,89 triliun dibanding Rp14,18 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas naik lebih tajam, 65 persen atau Rp3,48 triliun, dari Rp5,34 triliun menjadi Rp8,82 triliun.

Manajemen menjelaskan kenaikan aset itu terutama berasal dari akuisisi Sports Direct Malaysia Sdn Bhd pada Juli 2026, yang mendorong pos goodwill dan aset takberwujud lain melonjak Rp1,82 triliun, dari Rp91,6 miliar menjadi Rp1,91 triliun. Persediaan barang juga naik Rp1,61 triliun untuk menunjang operasional, termasuk dampak dari akuisisi tersebut. Aset tetap bertambah Rp609 miliar dan aset hak guna, yakni nilai sewa toko yang dicatat sebagai aset, bertambah Rp486,5 miliar, sejalan dengan pembukaan gerai-gerai baru termasuk gerai hasil akuisisi Sports Direct Malaysia.

Di sisi liabilitas, MAPA mencatat utang pembelian saham baru senilai Rp1,91 triliun dan utang bank baru Rp569,6 miliar, keduanya terkait pembiayaan akuisisi Sports Direct Malaysia. Liabilitas sewa bertambah Rp438,5 miliar seiring gerai baru, dan liabilitas pajak tangguhan naik Rp351,4 miliar akibat efek nilai wajar aset takberwujud yang diperoleh dari akuisisi tersebut. Laporan keuangan interim sembilan bulan ini ditandatangani Direktur Utama Nicholas Jones dan Direktur Miquel Rodrigo Staal pada 23 Oktober 2026, tidak diaudit, sebagai bagian dari kewajiban pelaporan kuartal ketiga.