PT OKI Pulp & Paper Mills (OPPM) menyampaikan informasi tambahan untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap VI Tahun 2026 dan Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2026, bagian dari program obligasi berkelanjutan yang sudah efektif sejak 19 Maret 2025 dengan target total Rp12 triliun untuk obligasi rupiah dan US$100 juta untuk obligasi dolar AS. Pada tahap ini, perseroan akan menerbitkan obligasi rupiah sebanyak-banyaknya Rp3.329.455.000.000 dan obligasi dolar AS sebanyak-banyaknya US$25.000.000.

Dari obligasi rupiah, Rp1,09 triliun dijamin penuh oleh penjamin emisi dan terbagi dua seri: Seri A senilai Rp970,3 miliar dengan bunga tetap 10 persen per tahun selama tiga tahun, dan Seri B senilai Rp117,39 miliar dengan bunga 10,5 persen per tahun selama lima tahun. Sisanya, Rp2,24 triliun, hanya dijamin dengan kesanggupan terbaik, artinya jika porsi ini tidak terjual seluruhnya, OPPM tidak wajib menerbitkannya. Bunga dibayar setiap tiga bulan, mulai 12 Februari 2027 hingga jatuh tempo pada 12 November 2029 untuk Seri A dan 12 November 2031 untuk Seri B. Pola serupa berlaku untuk obligasi dolar AS: US$2,49 juta dijamin penuh, terbagi Seri A US$1,47 juta berbunga 6,75 persen dan Seri B US$1,02 juta berbunga 7,25 persen, sementara sisa US$22,5 juta memakai skema kesanggupan terbaik.

Obligasi ini tidak dijamin dengan aset khusus milik perseroan, melainkan mengandalkan seluruh kekayaan OPPM secara pari passu dengan kreditur lain yang tidak memegang jaminan khusus. Lembaga pemeringkat memberi peringkat idA+ dari Pefindo dan irAA- dari PT Kredit Rating Indonesia, dengan PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Dengan tahap VI ini, total obligasi rupiah yang diterbitkan sejak 2025 genap mencapai Rp12 triliun, memenuhi seluruh target program, sementara total obligasi dolar AS mencapai sekitar US$74,2 juta dari target US$100 juta.

Masa penawaran umum berlangsung 6 sampai 9 November 2026, dengan tanggal penjatahan 10 November 2026, pengembalian uang pemesanan dan distribusi elektronik pada 12 November 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 13 November 2026. Penjamin pelaksana emisi untuk obligasi rupiah terdiri dari sepuluh sekuritas, antara lain Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas, sementara penjamin obligasi dolar AS melibatkan delapan sekuritas dari daftar yang sama.