PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) melaporkan laba bersih konsolidasian sebesar US$16,8 juta untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melonjak dari hanya US$293.905 pada periode yang sama tahun 2025. Dari laporan keuangan interim yang belum diaudit itu, pendapatan perusahaan tambang batu bara ini naik 29 persen menjadi US$151,1 juta dari US$117,2 juta, sementara beban pokok pendapatan hampir tidak bergerak di kisaran US$106 juta. Akibatnya laba kotor melonjak hampir empat kali lipat menjadi US$45,2 juta dari US$11,6 juta, dan laba usaha melompat dari hampir nol, US$54.757, menjadi US$25,1 juta. Laba per saham dasar tercatat US$0,0139, naik dari US$0,0004 pada periode sebelumnya.

Dari sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih US$33,1 juta pada sembilan bulan 2026, berbalik dari yang justru menyedot kas US$11,6 juta pada periode sebelumnya. Belanja modal untuk aset tetap turun menjadi US$11,6 juta dari US$24,9 juta tahun lalu, sementara perusahaan mencatat pengeluaran kas US$5,5 juta untuk akuisisi entitas anak baru selama periode ini. Berbeda dengan sembilan bulan 2025 yang membagikan dividen tunai US$2,77 juta kepada pemegang saham, periode berjalan tahun ini tidak mencatat pembayaran dividen. Perusahaan juga menarik pinjaman bank baru sebesar US$6,1 juta dan membayar kembali US$0,7 juta, sehingga saldo utang bank jangka panjang naik menjadi US$34,1 juta per 30 September 2026 dari US$28 juta per akhir 2025.

Total aset Grup tercatat US$267,9 juta per 30 September 2026, naik dari US$252,2 juta per akhir 2025, sementara total ekuitas naik menjadi US$199,5 juta dari US$184,2 juta. Total liabilitas relatif stabil di US$68,4 juta. Laporan ini ditandatangani Direktur Utama Khoirudin dan Direktur Yulius Leonardo pada 30 Oktober 2026, dengan Corporate Secretary Meliana Gunawan sebagai penyampai ke Bursa Efek Indonesia dan OJK. Selain tambang batu bara di Malinau, Kalimantan Utara, Grup kini juga memiliki sejumlah entitas anak baru di bidang pembangkit listrik biomassa, pertambakan udang, dan penyewaan peralatan tenaga surya, yang sebagian masih berstatus pengembangan.