PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim auditan untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. Pendapatan usaha naik dari US$627,7 juta pada semester I 2025 menjadi US$1,05 miliar, laba kotor melompat dari US$49,3 juta ke US$274,1 juta, dan laba usaha naik dari US$35,9 juta ke US$251,5 juta. Laba periode berjalan mencapai US$149,4 juta, naik lebih dari lima kali lipat dari US$28,5 juta setahun sebelumnya, dengan US$54,4 juta menjadi bagian pemilik entitas induk dan US$95,0 juta menjadi bagian kepentingan non-pengendali. Laba per saham dasar dan dilusian naik menjadi US$0,00050 dari US$0,00005. Auditor KAP Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang, dan Rekan dengan partner Santanu Chandra memberikan opini wajar tanpa modifikasian, dengan pengakuan pendapatan sebagai hal audit utama.
Total aset perseroan naik dari US$3,735 miliar menjadi US$4,246 miliar, sedangkan total liabilitas naik 27,9 persen dari US$1,387 miliar menjadi US$1,774 miliar, melewati ambang batas 20 persen yang mewajibkan penjelasan ke bursa. Dalam surat penjelasan ke BEI tertanggal 24 September 2026 yang ditandatangani Presiden Direktur Teddy Nuryanto Oetomo, perseroan merinci tiga penyebab utama: pertama, utang obligasi naik dari US$612,0 juta menjadi US$811,8 juta akibat penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap IV Tahun 2026, meski sebagian diimbangi pelunasan Obligasi III Seri A yang jatuh tempo April 2026. Kedua, pinjaman dan fasilitas kredit bank naik dari US$98,2 juta menjadi US$230,9 juta, berasal dari penarikan US$282,4 juta dan pembayaran pokok US$150 juta di bawah Perjanjian Fasilitas Berjangka dan Bergulir senilai US$250 juta. Ketiga, liabilitas derivatif naik dari US$22,0 juta menjadi US$86,6 juta akibat perubahan nilai wajar kontrak cross currency swap seiring pelemahan Rupiah terhadap dolar AS.
Di sisi ekuitas, bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari US$1,584 miliar menjadi US$1,632 miliar, sementara jumlah ekuitas total termasuk kepentingan non-pengendali naik dari US$2,348 miliar menjadi US$2,472 miliar. Selama periode ini perseroan juga membeli kembali saham treasuri senilai US$16,5 juta dan membayar dividen US$23,85 juta kepada pemegang kepentingan non-pengendali di entitas anak. Kas dan setara kas lebih dari berlipat ganda menjadi US$483,4 juta dari US$192,6 juta pada akhir 2025.
