Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menyampaikan keterbukaan informasi bahwa pengendali barunya, PT Wibowo Group Capital (WGC), wajib melaksanakan penawaran tender kepada pemegang saham publik menyusul pengambilalihan perusahaan yang telah rampung pada Juli 2026. Dalam transaksi awal itu, WGC membeli 1.443.766.800 saham MBSS, setara 82,5 persen dari total 1.750.026.639 saham yang beredar, dari PT Galley Adhika Arnawama melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia. Nilai transaksi itu tercatat Rp4,21 triliun, setara Rp2.914,25 per saham.

Sesuai aturan OJK soal pengambilalihan perusahaan terbuka, WGC kini menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 306.259.839 saham milik publik, setara 17,5 persen dari total saham MBSS, dengan harga Rp2.915 tunai per saham. Harga ini sedikit lebih tinggi dari harga akuisisi awal maupun rata-rata harga tertinggi harian saham MBSS selama 90 hari sebelum pengumuman pengambilalihan, sesuai syarat harga minimum yang diwajibkan aturan tender wajib. Penawaran berlangsung mulai 9 September hingga 8 Oktober 2026, dengan PT BNI Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek pelaksana, dan perkiraan tanggal pembayaran kepada pemegang saham yang ikut serta pada 15 Oktober 2026.

WGC menyatakan belum berencana menghapus pencatatan saham MBSS dari bursa, mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, melikuidasi perusahaan, mengubah kebijakan dividen, mengubah kebijakan terhadap karyawan, maupun mengubah kegiatan usaha MBSS. Perseroan menyatakan aksi korporasi ini tidak berdampak negatif terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha MBSS.