Menteri Perdagangan Budi Santoso mendatangi Banyuwangi, Jawa Timur, pada 28 Agustus 2026 untuk berdialog dengan 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah. Pertemuan itu membahas kendala UMKM setempat dalam memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Mendag mengajak peserta memanfaatkan program pemerintah bernama UMKM BISA Ekspor serta kemitraan dengan jaringan ritel modern.

Program UMKM BISA Ekspor menghubungkan pelaku usaha dengan 46 kantor perwakilan dagang Indonesia di 33 negara yang bertugas mencarikan calon pembeli. Untuk pasar dalam negeri, Kemendag memfasilitasi pertemuan bisnis antara UMKM dengan minimarket, ritel modern, dan department store. Kedua program ini berada di bawah payung besar bernama Dari Lokal untuk Global, yang juga mencakup Desa BISA Ekspor dan Campuspreneur, serta didukung layanan konsultasi desain kemasan gratis secara daring.

Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).

Februari 2024: 19,3 miliar US$Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.29019.349Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.29022.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Sebagai sarana promosi tambahan, Kemendag mengarahkan UMKM ke pameran Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan digelar 14 hingga 18 Oktober 2026. Pada penyelenggaraan tahun lalu, pameran ini mempertemukan 8.045 pembeli asing dengan total transaksi US$22,8 miliar, di mana US$474,7 juta di antaranya berasal dari produk UMKM. Diah Lestari, pemilik usaha makanan ringan Pawon Koe asal Banyuwangi, menjadi contoh nyata dalam dialog tersebut. Produknya sudah mendapat pesanan percobaan dari Singapura, tengah bernegosiasi dengan pembeli Taiwan, dan menjajaki pasar Korea Selatan meski masih perlu mengurus sertifikasi keamanan pangan bernama HACCP.

Pada hari yang sama, Mendag juga mengunjungi PT Warisan Eurindo, produsen furnitur asal Banyuwangi yang berdiri sejak 1989 dengan fasilitas produksi di Bali dan Banyuwangi. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 490 orang dan fasilitas di Banyuwangi berkapasitas produksi rata-rata 3.065 meter kubik per tahun, dengan bahan baku kayu jati dari Perum Perhutani yang sudah mengantongi Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu. Mendag menyebut sertifikat itu penting untuk menjaga daya saing furnitur Indonesia di pasar global, dan mengajak eksportir furnitur ikut serta dalam area pameran khusus furnitur pada Trade Expo Indonesia mendatang.