Menteri Perindustrian Sarmuji meminta importir dan produsen gula rafinasi yang tergabung dalam Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) untuk memastikan produknya tidak merembes ke pasar sebagai gula konsumsi biasa. Ia menyebut kebocoran semacam itu berisiko bagi kesehatan masyarakat sekaligus merugikan petani tebu dan negara, karena gula yang seharusnya jadi bahan baku industri malah bersaing dengan gula produksi dalam negeri.

Sarmuji menjelaskan gula rafinasi dibutuhkan industri makanan, minuman, dan farmasi, sehingga impor masih diperlukan untuk memenuhi pasokannya. Ia mengungkapkan serapan gula rafinasi oleh industri saat ini baru sekitar 60 persen dari ketersediaan yang ada. Sementara itu, kebutuhan gula konsumsi masyarakat disebutnya sudah tercukupi dari hasil panen petani tebu nasional, sehingga pencampuran dua jenis gula ini yang ingin dihindari pemerintah.

Angka BPSNilai impor
23,1 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Turun 3,03 miliar US$ dibanding Juli 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (22.376,6).

Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.09516.994September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Ketua Umum AGRI, Supriadi, merespons dengan menyatakan komitmen asosiasinya untuk mendistribusikan gula rafinasi sesuai Peraturan Menteri Perdagangan, yang mengatur agar jumlah impor dan produksi rafinasi sejalan dengan kebutuhan industri. Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) soal alokasi gula rafinasi, karena pasokannya memang diperuntukkan khusus bagi industri makanan, minuman, dan farmasi.