Persaingan pasar mobil nasional makin ramai sepanjang Januari-September 2026. Toyota tetap menjadi merek dengan distribusi terbesar, tetapi yang menarik adalah BYD, merek asal China, untuk kali ini masuk ke jajaran lima besar nasional. Perkembangan ini menandai pergeseran peta kompetisi yang selama ini didominasi merek-merek Jepang.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer (whole sales) mencapai 679.020 unit sepanjang sembilan bulan pertama 2026, naik 21 persen dibanding 561.405 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel dari dealer ke konsumen tercatat 676.223 unit, tumbuh 15,4 persen dari 585.926 unit pada Januari-September 2025. Pertumbuhan whole sales yang lebih tinggi dibanding ritel menunjukkan stok kendaraan di dealer juga ikut bertambah selama periode ini.

Dari sisi peringkat merek, Toyota memimpin dengan 197.809 unit atau pangsa pasar 29,1 persen, diikuti Daihatsu dengan 112.442 unit (16,6 persen), Suzuki 53.224 unit (7,8 persen), dan Mitsubishi Motors 48.414 unit (7,1 persen). BYD membukukan 43.727 unit dengan pangsa pasar 6,4 persen dan menempati posisi kelima, seiring mulai beroperasinya pabriknya di Subang, Jawa Barat, yang berkapasitas 150 ribu unit per tahun dengan nilai investasi Rp16 triliun. Honda mencatat 29.903 unit, sementara Jaecoo, merek asal China lainnya, membukukan 27.234 unit dan turut masuk jajaran 10 merek dengan distribusi terbesar.

Di segmen kendaraan komersial, Mitsubishi Fuso mencatatkan distribusi 32.111 unit, disusul Isuzu dengan 22.975 unit dan Hino 20.233 unit.