PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit, kepada Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2026. Surat pengantar laporan ditandatangani Direktur Utama Sri Muliati. Dari laporan ini terlihat bahwa perseroan, yang menaungi sejumlah unit bimbingan belajar dan kursus bermerek Merry Riana, berbalik dari untung menjadi rugi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan konsolidasian MERI naik 6,7 persen menjadi Rp30,83 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, dari Rp28,89 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Namun laba bruto justru sedikit menyusut menjadi Rp18,37 miliar dari Rp18,58 miliar, karena beban pokok pendapatan naik lebih cepat daripada pendapatan. Pemicu utama rugi ada di beban umum dan administrasi, yang melonjak 37,3 persen menjadi Rp16,81 miliar dari Rp12,24 miliar, ditambah beban keuangan yang naik dari Rp57,4 juta menjadi Rp212 juta. Akibatnya perseroan mencatat rugi sebelum pajak Rp312,1 juta, berbanding laba sebelum pajak Rp4,49 miliar setahun sebelumnya, dan rugi bersih tahun berjalan Rp429,6 juta, berbalik dari laba bersih Rp4,41 miliar. Rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp510,8 juta, membuat laba per saham berubah dari Rp5,09 menjadi rugi Rp0,49 per saham.
Di sisi laporan posisi keuangan, total aset MERI naik menjadi Rp57,95 miliar per 30 September 2026 dari Rp56,17 miliar pada akhir 2025, sementara total liabilitas naik 18,1 persen menjadi Rp14,57 miliar. Total ekuitas justru turun menjadi Rp43,38 miliar dari Rp43,83 miliar karena rugi periode ini mengurangi saldo laba ditahan. Kas dan setara kas berkurang Rp3,62 miliar menjadi Rp40,79 miliar, dan arus kas dari kegiatan operasi berbalik menjadi minus Rp668,9 juta, dari sebelumnya menghasilkan kas positif Rp8,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan mencatat lima entitas anak yang seluruhnya bergerak di jasa pendidikan, yakni PT Merry Riana Edukasi Delapan, PT Merry Riana Akademi Tujuh, PT Edventure Indonesia Satu, PT Meri Mitra Edukasi, dan PT Meri Internasional Cendekia yang baru mulai beroperasi pada 2026.
