PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, tidak diaudit, melalui surat bernomor 072/SLIS/X/2026 yang diteken Direktur Utama Edi Hanafiah Kwanto. Laporan ini mencakup anak usaha PT Juara Bike yang bergerak di bidang perindustrian, perdagangan, dan perbengkelan di Tangerang, dimiliki SLIS sebanyak 99 persen dengan aset senilai Rp238,56 miliar.

Penjualan SLIS naik 13,9 persen menjadi Rp147,70 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp129,63 miliar. Namun laba kotor justru turun dari Rp19,47 miliar menjadi Rp14,44 miliar karena harga pokok penjualan naik lebih cepat dari pendapatan. Beban umum dan administrasi juga naik 12 persen menjadi Rp20,09 miliar, sehingga perusahaan tetap mencatat rugi bersih Rp9,67 miliar, melebar dibanding rugi Rp9,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi per saham tercatat Rp4,46, dari sebelumnya Rp4,22.

Di sisi aset dan utang, ekuitas atau kekayaan bersih pemegang saham turun dari Rp327,31 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp317,35 miliar pada akhir September 2026, akibat rugi yang terus terkumpul di saldo laba. Sebaliknya total liabilitas naik 24,5 persen menjadi Rp98,32 miliar, didorong utang bank jangka pendek yang melonjak dari Rp2,98 miliar menjadi Rp6,80 miliar, utang usaha ke pihak ketiga yang naik dari Rp22,71 miliar menjadi Rp40,80 miliar, dan utang jangka panjang ke pihak berelasi yang bertambah dari Rp23,49 miliar menjadi Rp37,32 miliar. Nilai aset tetap perusahaan juga menyusut hampir separuh, dari Rp50,65 miliar menjadi Rp31,68 miliar, setelah ada penjualan aset tetap senilai Rp16,40 miliar.

Dari laporan arus kas, kegiatan usaha utama SLIS justru menyedot kas bersih Rp15,68 miliar pada sembilan bulan ini, berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang masih menghasilkan kas bersih Rp14,05 miliar. Kekurangan ini ditutup dari arus kas investasi yang positif Rp16,40 miliar, seluruhnya berasal dari hasil penjualan aset tetap, serta tambahan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp13,83 miliar. Dengan begitu, kas dan setara kas perusahaan di akhir September 2026 naik menjadi Rp1,53 miliar dari Rp800,43 juta di awal tahun.