PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) melaporkan bahwa anak usahanya, PT Muliaglass, pada 20 Oktober 2026 memulai pembangunan ulang secara bertahap atau slow rebuild terhadap satu dari tiga tungku kaca lembaran yang dimilikinya. Tungku yang dibangun ulang ini disebut sudah memasuki tahun terakhir masa operasionalnya.

Menurut perseroan, langkah ini diambil karena bisnis kaca lembaran semakin menantang: alokasi gas untuk pabrik berkurang sehingga harga rata-rata gas yang dibayar perusahaan naik dan biaya produksi ikut terkerek. Di sisi lain, pasar kaca lembaran sedang kelebihan pasokan sehingga menekan harga jual. Pembangunan ulang satu tungku ini diklaim perseroan sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga posisi keuangan Muliaglass, sekaligus mengurangi tekanan jual akibat oversupply tersebut.

Selama proses berlangsung, dua tungku lain tetap dioperasikan secara optimal, dan perseroan menyatakan yakin volume produksi dari kedua tungku itu cukup untuk memenuhi kebutuhan distributor, processor, dan pelanggan lainnya. Perseroan juga menyebut bahwa dampak arus kas positif secara penuh baru akan dirasakan Muliaglass mulai tahun 2027, terutama karena konsumsi gas pada porsi harga pasar yang lebih mahal diperkirakan berkurang sehingga harga rata-rata gas yang dibayar turun. Laporan ini sendiri merupakan koreksi atas surat sebelumnya bernomor 0078 yang perihalnya belum terisi, namun isi substansinya sama.