PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) merespons surat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia bernomor S-13414/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 26 Oktober 2026, yang menanyakan sebab volatilitas transaksi saham perseroan. Tanggapan dikirim lewat surat nomor 047/MMI-CORP/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026, ditandatangani Direktur Keuangan Eveline N. Susanto, dengan lampiran surat resmi yang juga ditandatangani Direktur Utama Men Mangarek.

Dalam suratnya, perseroan menjawab enam poin pertanyaan bursa. Perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai maupun harga efeknya, baik menurut aturan keterbukaan informasi POJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun ketentuan III.2.1 Peraturan Bursa Nomor I-E. Perseroan juga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan dan penjaminan saham perusahaan terbuka, serta memastikan tidak ada rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang akan memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa. Soal rencana pemegang saham utama, Corporate Secretary perseroan mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pengendali, PT Multi Inti Usaha, yang menyatakan tidak memiliki rencana khusus maupun rencana mengalihkan sahamnya dalam waktu dekat.

Permintaan penjelasan dari bursa ini muncul tak lama setelah dua laporan kepemilikan saham di MMIX yang sebelumnya diberitakan pada 26 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama dengan surat BEI tersebut, Direktur Utama Men Mangarek melaporkan penambahan kepemilikannya dari 6,00 persen menjadi 6,02 persen, sementara PT Pukul Rata Kanan menambah porsinya dari 1,84 persen menjadi 4,33 persen, lebih dari dua kali lipat. Kedua transaksi itu terjadi bersamaan dengan periode volatilitas yang ditanyakan bursa, meski perseroan dalam suratnya menegaskan tidak ada informasi material yang melatarbelakanginya.