PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan neto perusahaan tercatat Rp10,9 miliar, susut 56,5 persen dari Rp25,1 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Beban pokok pendapatan yang mencapai Rp18,3 miliar membuat MPOW mencatat rugi bruto Rp7,4 miliar, berbalik dari laba bruto Rp2,2 miliar setahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban umum dan administrasi, beban keuangan, serta manfaat pajak tangguhan Rp3,1 miliar, rugi bersih MPOW melebar menjadi Rp11,6 miliar, hampir tiga kali lipat dari rugi Rp3,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi per saham dasar ikut membesar dari Rp4,81 menjadi Rp14,18 per lembar, dengan jumlah saham beredar tetap 816.997.053 lembar.
Di sisi posisi keuangan, total aset MPOW turun menjadi Rp123,2 miliar per 30 September 2026, dari Rp140,9 miliar pada akhir 2025. Total liabilitas juga menyusut dari Rp36,9 miliar menjadi Rp30,7 miliar, terutama karena utang kepada pihak berelasi berkurang dari Rp30,1 miliar menjadi Rp25,9 miliar, meski utang itu tetap menjadi porsi terbesar liabilitas perusahaan. Ekuitas ikut tergerus dari Rp104 miliar menjadi Rp92,5 miliar, dan saldo laba yang pada akhir 2025 masih positif Rp710,5 juta kini berbalik menjadi defisit Rp10,9 miliar akibat akumulasi rugi tahun berjalan. Kas dan setara kas perusahaan juga menipis, dari Rp2,7 miliar menjadi Rp1,7 miliar.
Dari laporan arus kas, kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi turun dari Rp9,7 miliar menjadi Rp4,6 miliar. Perusahaan hampir tidak melakukan belanja modal baru, dengan perolehan aset tetap hanya Rp31,2 juta, jauh lebih kecil dibandingkan Rp3,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Untuk aktivitas pendanaan, MPOW membayar Rp6,1 miliar kepada pihak berelasi sembari menerima pinjaman baru Rp2,1 miliar dari pihak yang sama, sehingga arus kas pendanaan tetap negatif Rp5,6 miliar. Surat pernyataan direksi yang menyertai laporan ini ditandatangani oleh Direktur Utama Kang Jimmi pada 28 Oktober 2026.
