Saiko Consultancy Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura yang baru didirikan pada 8 Januari 2026, resmi menjadi pengendali baru PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) setelah membeli 750.000.000 saham atau 29,41 persen dari modal disetor penuh perusahaan dari PT Asia Intrainvesta (AI) pada 19 Agustus 2026. Transaksi dilakukan di harga Rp23,5 per saham melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia. Karena pengambilalihan ini mengubah pihak yang mengendalikan NAYZ, sesuai Peraturan OJK No. 9/2018, Saiko wajib menawarkan pembelian saham kepada seluruh pemegang saham publik lain melalui penawaran tender wajib. Saiko menunjuk anak usahanya, PT Saiko Consultancy Grand (SCG), yang sahamnya 99,98 persen dimiliki Saiko, untuk melaksanakan penawaran ini.
Penawaran tender wajib ini menyasar sebanyak-banyaknya 1.169.011.482 saham atau 45,84 persen dari modal disetor penuh NAYZ, dengan harga Rp75 per saham, sehingga nilai totalnya bisa mencapai Rp87,68 miliar. Harga ini ditetapkan berdasarkan aturan OJK yang mewajibkan penawar memakai angka yang lebih tinggi antara harga pengambilalihan (Rp23,5 per saham) atau rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham NAYZ di bursa selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi pengambilalihan, yang tercatat Rp74,45 dan dibulatkan ke atas menjadi Rp75. Masa penawaran berlangsung dari 5 Oktober hingga 3 November 2026, dengan pembayaran kepada pemegang saham yang menjual dijadwalkan pada 10 November 2026. PT Asia Intrainvesta, sebagai penjual dan pengendali lama, dikecualikan dari penawaran ini. Jika seluruh pemegang saham publik yang berhak ikut menjual sahamnya, kepemilikan Saiko atas NAYZ, baik langsung maupun lewat SCG, bisa naik menjadi 1.919.011.472 saham atau 75,26 persen dari total modal disetor perusahaan.
Saiko menyatakan tujuan pengambilalihan ini adalah pengembangan usaha NAYZ. Rencananya, pengembangan itu dilakukan lewat mekanisme inbreng, yaitu penyertaan aset atau saham perusahaan lain yang dimiliki Saiko atau pihak yang ditunjuknya ke dalam NAYZ. Sebagai bagian dari rencana ini, NAYZ akan mengubah dan menambah kegiatan usahanya, serta mengalihkan sebagian atau seluruh bisnis dan asetnya yang ada saat ini, yaitu industri makanan dan makanan bayi, kepada AI dan/atau pihak lain yang ditunjuk AI. Sebagai gantinya, NAYZ akan menerima tambahan modal yang pelaksanaannya mengikuti aturan pasar modal yang berlaku. Dalam dokumen ini, Saiko menegaskan tidak berencana membubarkan NAYZ, mengubah kebijakan dividen, atau mencabut status perusahaan terbuka NAYZ dari Bursa Efek Indonesia.
