Nicholas Santoso, direksi Charnic Capital, melaporkan pembelian 500 saham baru pada 18 Agustus 2026, menambah kepemilikannya menjadi 167.000 lembar.
21 Agustus 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Nicholas Santoso, anggota Direksi PT Charnic Capital Tbk (NICK), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa ia membeli saham perusahaan secara tidak langsung sebanyak 500 lembar dalam tiga transaksi terpisah pada 18 Agustus 2026. Rinciannya adalah 200 lembar seharga Rp1.460 per saham, 100 lembar seharga Rp1.470 per saham, dan 200 lembar seharga Rp1.465 per saham, dengan tujuan transaksi yang dicatat sebagai investasi.
Dengan tambahan ini, kepemilikan saham Nicholas Santoso di Charnic Capital naik dari 166.500 lembar menjadi 167.000 lembar. Hak suaranya di perusahaan tetap di angka 0,03 persen, tidak berubah dari sebelum transaksi. Laporan ini disampaikan sesuai kewajiban pelaporan kepemilikan saham perusahaan terbuka berdasarkan POJK Nomor 4/2024.
Laporan ini menyusul laporan serupa pada 18 Agustus 2026 yang mencatat pembelian 1.400 saham oleh direksi yang sama, sehingga dalam waktu tiga hari terakhir Nicholas Santoso telah melaporkan dua kali transaksi pembelian saham Charnic Capital.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.