PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), emiten perdagangan komputer dan perlengkapannya, mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.443.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham, sama persis dengan jumlah saham dalam portepel atau saham yang masih bisa dikeluarkan dari modal dasar perusahaan. Sebagai pembanding, saham yang sudah beredar saat ini sebanyak 2.157.000.000 lembar, sehingga jumlah saham baru yang diizinkan bisa lebih besar dari jumlah saham yang sudah ada. Rasio pembagian hak, harga pelaksanaan, dan jumlah final saham baru belum ditetapkan, baru akan diumumkan dalam pernyataan pendaftaran dan prospektus.
Dana hasil rights issue, setelah dipotong biaya emisi, akan dipakai seluruhnya untuk modal kerja guna mendukung operasional dan pengembangan usaha, termasuk untuk membayar utang. Rencana ini masih berupa usulan yang harus disetujui lebih dulu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 18 November 2026, lalu menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai POJK 32/2015, jangka waktu dari persetujuan RUPSLB sampai efektifnya pernyataan pendaftaran di OJK paling lama 12 bulan. Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB ditentukan berdasarkan posisi kepemilikan pada 26 Oktober 2026 (recording date).
Berdasarkan data registrasi pemegang saham per 30 September 2026, struktur kepemilikan NINE saat ini terdiri dari Poh Holding Pte Ltd sebesar 35,85%, Djoni 5,10%, Noprian Fadli 0,07%, dan publik 58,98% dari total 2.157.000.000 saham. Perseroan menegaskan saham baru nantinya memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen, dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
