PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melaporkan perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota direksi perseroan, yang dicatatkan melalui rekening efek atas nama Samuel Sekuritas Indonesia. Laporan bernomor LK/21082026/0012/1 ini disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan pada 21 Agustus 2026 dan mencatat dua transaksi dengan skema repurchase agreement atau repo, yaitu transaksi jual beli saham yang dijadikan jaminan pinjaman.

Sebelum transaksi, direksi tersebut memegang 5.725.811.100 lembar saham NSSS, setara 24,06 persen hak suara. Pada 21 Agustus 2026, ia menjual 194.870.100 lembar saham biasa seharga Rp685 per lembar dengan tujuan pencairan repo, dan pada hari yang sama membeli kembali 157.340.800 lembar saham biasa seharga Rp850 per lembar dengan tujuan penempatan repo. Setelah kedua transaksi itu, kepemilikannya menjadi 5.688.281.800 lembar, sehingga hak suaranya turun menjadi 23,90 persen. Selisih bersihnya adalah pengurangan 37.529.300 lembar saham.

Kolom jumlah saham dari program insentif (EBE) yang belum dilaksanakan dan batas akhir periode pelaksanaan pada laporan ini kosong, menandakan transaksi ini murni jual beli lewat skema repo, bukan bagian dari program opsi saham karyawan atau direksi.