PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melaporkan perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota direksinya ke Otoritas Jasa Keuangan pada 23 Oktober 2026. Pelapor yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) dengan nama Samuel Sekuritas Indonesia dan menjabat Direksi NSSS, sebelumnya memegang 8.114.626.700 lembar saham atau setara 34,09% hak suara. Setelah transaksi pada tanggal yang sama, kepemilikannya turun menjadi 7.965.469.000 lembar, dengan hak suara menjadi 33,47%.

Dokumen menyebutkan dua transaksi yang keduanya terkait perjanjian repurchase agreement (repo), yaitu mekanisme saham dijadikan jaminan pinjaman. Pertama, pembelian 191.776.900 lembar saham biasa pada harga Rp515 per lembar dengan tujuan tercatat 'top up repo', yang berarti menambah jaminan. Kedua, penjualan 340.934.600 lembar saham biasa pada harga Rp740 per lembar dengan tujuan 'pencairan repo', yaitu melepas saham saat jaminan tersebut dicairkan. Hasil bersih dari kedua transaksi itu adalah pengurangan 149.157.700 lembar saham, atau 1,84% dari kepemilikan direksi tersebut sebelum transaksi.

Laporan ini muncul tak lama setelah NSSS juga melaporkan transaksi repo serupa pada 19 Oktober 2026, yang saat itu menaikkan hak suara seorang direksi menjadi 32,01%. NSSS sendiri telah menjadwalkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 1 Desember 2026, dengan cum date 6 November 2026, meski agenda rapat belum diumumkan rinci.