PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), produsen karoseri kendaraan dan trailer, menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan perusahaan turun menjadi Rp30,91 miliar dari Rp62,96 miliar pada periode yang sama tahun 2025, atau anjlok sekitar 51 persen. Akibatnya, laba usaha berbalik menjadi rugi usaha Rp6,45 miliar dari sebelumnya untung Rp811,46 juta, dan laba tahun berjalan berbalik menjadi rugi Rp4,83 miliar dari untung Rp232,72 juta. Rugi per saham dasar tercatat Rp1.789, dibanding laba Rp0,086 per saham pada tahun sebelumnya.

Dalam surat terpisah ke Bursa Efek Indonesia tertanggal 30 Oktober 2026, manajemen menjelaskan perubahan lebih dari 20 persen pada pos total aset dan total liabilitas, sebagaimana diwajibkan aturan bursa. Total aset turun 16 persen menjadi Rp133,34 miliar dan total liabilitas turun 35 persen menjadi Rp41,45 miliar. Kas dan setara kas naik dari Rp2,51 miliar menjadi Rp6,68 miliar karena penerimaan pembayaran dari pelanggan. Piutang usaha turun 42 persen dari Rp54,38 miliar menjadi Rp31,35 miliar, terutama karena pelunasan dari PT Maju Persada Energi dan PT Gamalama Indah Perkasa. Di sisi liabilitas, utang usaha turun 53 persen dari Rp44,12 miliar menjadi Rp20,67 miliar setelah perusahaan membayar vendor, terutama PT Fineks Utama dan Global CV Equipment, sementara uang muka penjualan naik 192 persen menjadi Rp3,52 miliar karena ada uang muka dari pelanggan untuk pembelian trailer dan supporting truck.

Arus kas dari aktivitas operasi berbalik positif Rp4,51 miliar, dari sebelumnya minus Rp13,62 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Ekuitas perusahaan turun menjadi Rp91,88 miliar dari Rp94,87 miliar akibat rugi tahun berjalan, meski ada tambahan Rp1,96 miliar dari investasi pihak non-pengendali di entitas anak, PT Pilar Pratama Dinamika. Surat penjelasan ke bursa ditandatangani Ir. Bambang Susilo selaku Direktur Utama, yang menyatakan seluruh perubahan ini wajar dan sesuai kondisi bisnis perusahaan.