PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas (rights issue) tahun 2022, menggantikan laporan sebelumnya tertanggal 21 Juli 2026. Dari total dana right issue Rp598,86 miliar dikurangi biaya penawaran umum Rp23,79 miliar, dana bersih yang tersedia Rp575,08 miliar, dan menurut laporan per 30 Juni 2026 seluruh dana itu sudah terpakai tanpa sisa.

Sebagian penggunaan dana berjalan sesuai rencana di prospektus: akuisisi 99,995 persen saham PT Indoplas Makmur Lestari senilai Rp89 miliar (15,48 persen dari dana), pembelian satu unit kantor strata di Rasuna Epicentrum, Jakarta senilai Rp9 miliar (1,57 persen), dan modal kerja perseroan induk untuk gaji karyawan serta sewa kantor senilai Rp7,58 miliar (1,32 persen).

Namun porsi terbesar berubah dari rencana awal. Dana Rp69 miliar (12 persen) yang semula untuk menambah setoran modal ke PT Indoplas Makmur Lestari malah dipakai sebagai modal kerja grup. Dana Rp340,5 miliar (59,21 persen), yang di prospektus ditujukan untuk menambah setoran modal ke PT Telesys Indonesia, direalisasikan untuk modal kerja grup dan pengembangan proyek pembangkit listrik energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga biomassa, di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur melalui PT Bhakti Cahaya Intiperkasa. Dana Rp40 miliar (6,96 persen) yang semula untuk proyek pengadaan peralatan dan manajemen sistem di Ibu Kota Nusantara dialihkan untuk pre-ops FPSA DKI Jakarta, belanja modal, dan modal kerja grup. Dana Rp20 miliar (3,48 persen) yang semula untuk proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Semarang dialihkan untuk belanja modal dan modal kerja grup. Total dana yang berpindah peruntukan dari rencana awal mencapai Rp400,5 miliar.

Dari sisi biaya penawaran umum, total biaya tercatat Rp23,79 miliar atau 3,97 persen dari dana yang dihimpun, terdiri dari biaya jasa penjaminan emisi Rp19,94 miliar (3,33 persen), biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp3,21 miliar (0,54 persen), biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp597,84 juta (0,1 persen), dan biaya lain-lain Rp36,53 juta (0,01 persen).